Kok Polisi Sibuk Tangkap Aktivis, Tapi Biarin Ahok Melenggang Bebas

Kok Polisi Sibuk Tangkap Aktivis, Tapi Biarin Ahok Melenggang Bebas - Hallo sahabat Bacaan Muslimah, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Kok Polisi Sibuk Tangkap Aktivis, Tapi Biarin Ahok Melenggang Bebas, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Aneh, Artikel Bantu Share, Artikel Berita, Artikel Heboh, Artikel Hikmah, Artikel Kabar, Artikel Kisah, Artikel Muslim, Artikel Muslimah, Artikel Tahukah Kamu, Artikel Tips, Artikel Unik, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Kok Polisi Sibuk Tangkap Aktivis, Tapi Biarin Ahok Melenggang Bebas
link : Kok Polisi Sibuk Tangkap Aktivis, Tapi Biarin Ahok Melenggang Bebas

Baca juga


Kok Polisi Sibuk Tangkap Aktivis, Tapi Biarin Ahok Melenggang Bebas

Jurnalmuslim.com - Langkah aparat Kepolisian melakukan penangkapan sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Sekretariatnya, baru-baru ini disesalkan.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane menegaskan, langkah tersebut memunculkan kegaduhan baru. Apalagi, cara cara penangkapan yang dilakukan aparat Kepolisian lebih mengedepankan arogansi kekuasaan.

Neta merasa, aktivis HMI bersama para ustad, habib, ulama, dan ratusan ribu umat Islam lainnya melakukan demo 411 karena Polri lamban dalam memproses kasus dugaan penistaan agama yang membelit Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjahaja Purnama.

"Ketika aktivis mahasiswa berdemo dan terjadi benturan, kenapa mereka yang cenderung dikriminalisasi dan langsung ditangkap. Sementara sumber masalahnya, Ahok yang dituduh menistakan agama cenderung dipolemikan Polri dan kepolisian tidak main tangkap dalam kasus Ahok," jelas Neta dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Rabu (9/11).

Semula, lanjut dia, dalam menangani kasus demo 411, Polri sudah bekerja profesional, proporsional, dan elegan. Tapi kenapa pasca demo 411, aparat kepolisian justru mempertontonkan arogansi, main tangkap, dan jemput paksa.

"Kenapa Polri cenderung menggunakan cara cara Orde Baru dalam menghadapi aktivis mahasiswa. Polri harusnya menyadari bahwa peran mahasiswa dan aktivis sangat besar dalam menumbangkan kekuasaan Orde Baru hingga nasib Polri bisa seperti sekarang ini," sambungnya.

Neta menegaskan, apabila Polri benar benar bekerja profesional, tentu tidak ada diskriminasi. Dalam menangani kasus Ahok misalnya, Polri juga harus bekerja secepat menangkapi aktivis HMI.

"Selain itu Polri juga harus mengusut rekaman video yang beredar di masyarakat dimana ada pejabat Polri yang memprovokasi massa ormas keagamaan untuk menyerang aktivis HMI. Tapi kenapa video ini tidak diusut dan malah aktivis HMI yang dikriminalisasi."

IPW berharap, jajaran Polri bekerja profesional dan proporsional serta tidak mengedepankan arogansi, sehingga tidak akan menimbulkan kegaduhan baru. Jika mengedepankan arogansi, dengan cara menangkapi aktivis HMI, Polri bisa dituding tidak independen dan cenderung mengalihkan perhatian publik dari kasus Ahok.

"Dampaknya, bukan mustahil akan muncul masalah baru, yakni mahasiswa dan aktivis akan melakukan aksi demo untuk mengecam Polri, yang ujung ujungnya bisa membenturkan polisi dengan mahasiswa, yang merusak citra Polri," demikian Neta. (sam)


Demikianlah Artikel Kok Polisi Sibuk Tangkap Aktivis, Tapi Biarin Ahok Melenggang Bebas

Sekianlah artikel Kok Polisi Sibuk Tangkap Aktivis, Tapi Biarin Ahok Melenggang Bebas kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Kok Polisi Sibuk Tangkap Aktivis, Tapi Biarin Ahok Melenggang Bebas dengan alamat link https://inibacaanmuslimah.blogspot.com/2016/11/kok-polisi-sibuk-tangkap-aktivis-tapi.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kok Polisi Sibuk Tangkap Aktivis, Tapi Biarin Ahok Melenggang Bebas"

Posting Komentar